PT Prodia Diagnostic Line Tbk ($PRDL) Bersiap IPO, Targetkan Himpun Dana Segar Hingga Rp62,7 Miliar
Sektor kesehatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan segera kedatangan emiten baru. PT Prodia Diagnostic Line Tbk atau Proline secara resmi mengumumkan rencana aksi korporasi untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO) dengan menggunakan kode emiten PRDL. Sebagai bagian dari langkah strategis ini, anak perusahaan dari PT Prodia Widyahusada Tbk ($PRDA) tersebut berkomitmen untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus memperluas jangkauan operasionalnya di industri alat kesehatan nasional.
PT Prodia Diagnostic Line Tbk ($PRDL) sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang In Vitro Diagnostics (IVD) atau penyedia alat kesehatan untuk kebutuhan diagnostik laboratorium yang didirikan sejak tahun 2010. Perseroan memproduksi dan merakit berbagai kategori produk canggih meliputi Kimia Klinik, Hematologi, Imunologi, Biomolekular, serta instrumen diagnostik pendukung lainnya. Saat ini, perusahaan telah mengelola sekitar 1.083 SKU aktif dan sukses melayani lebih dari 7.600 pengguna akhir baik dari sektor pemerintahan maupun swasta, dengan jaringan distribusi logistik yang tersebar luas mencakup 370 kabupaten/kota di 38 provinsi di Indonesia.
Dalam aksi penawaran perdana ini, perseroan berencana melepas sebanyak-banyaknya 522,9 juta lembar saham baru, yang setara dengan 30 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Perseroan mematok harga penawaran awal (book building) berada pada kisaran Rp100 hingga Rp120 per lembar saham. Melalui rentang harga penawaran tersebut, emiten baru di sektor healthcare ini diperkirakan berpotensi meraup total dana segar dari publik hingga mencapai sekitar Rp62,7 miliar. Untuk mengawal jalannya aksi korporasi ini, perseroan telah secara resmi menunjuk PT Sucor Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek (Lead Underwriter).
Manajemen $PRDL juga telah merinci rencana pemanfaatan dana yang diperoleh dari hasil IPO untuk mengoptimalkan pertumbuhan bisnis jangka panjang mereka. Porsi terbesar dari dana tersebut, yakni sekitar 56,89 persen atau setara Rp35,67 miliar, akan dialokasikan khusus untuk melunasi seluruh pokok pinjaman fasilitas kredit di PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan PT Bank Pan Indonesia Tbk (Panin Bank) guna memangkas beban biaya keuangan. Selanjutnya, sekitar 28,92 persen atau setara Rp18,13 miliar akan digunakan sebagai belanja modal (capital expenditure) untuk membeli mesin produksi baru, alat kalibrasi, kendaraan operasional, pembaruan sistem perangkat lunak, serta peningkatan fasilitas laboratorium biomolekular. Sementara sisa dana sekitar 8,51 persen atau setara Rp5,33 miliar dialokasikan untuk modal kerja operasional harian seperti pembelian bahan baku dan aktivitas pemasaran produk.
Bagi para pelaku pasar dan investor yang ingin ikut berpartisipasi, proses penawaran umum ini akan berjalan sesuai dengan skema jadwal yang telah ditentukan oleh perseroan bersama pihak otoritas pasar modal. Proses ini akan terbagi ke dalam beberapa tahapan penting mulai dari pengumpulan minat awal hingga saham tersebut secara resmi diperdagangkan secara terbuka di papan bursa.
Berikut adalah detail pembagian tahapan dan jadwal penting IPO PT Prodia Diagnostic Line Tbk ($PRDL):
Masa Penawaran Awal (Book Building): 18 – 23 Juni 2026
Perkiraan Tanggal Efektif: 29 Juni 2026
Masa Penawaran Umum (Offering): 1 – 7 Juli 2026
Tanggal Penjatahan Saham: 7 Juli 2026
Tanggal Distribusi Saham Elektronik: 8 Juli 2026
Pencatatan Saham di BEI (Listing): 9 Juli 2026